Album Joan Baez Diamonds and Rust rilis tahun 1975

Joan Baez, penyanyi lagu folk asal Amerika, pencipta lagu dan aktivis atau pejuang hak sipil 

Joan Baez penyanyi dunia pertama yang tampil di Sarajevo

Joan Baez songs beraliran folk, selain sebagai penyanyi dia juga sebagai seorang aktivis pejuang hak sipil dan juga sebagai penulis lagu terkenal asal Amerika. Diamond and Rust by Joan Baez, kenangan pahitnya.
 
Joan Baez sudah berhasil menjadi penyanyi global sejak tahun 1961 dan dia juga sebagai penyanyi yang telah berperan dalam membantu Bob Dylan dalam memulai karirnya.

Lagu lagu  Joan Baez berupa musik rakyat kontemporer yang banyak berisi tentang protes dan keadilan sosial, dan dia sudah berhasil merilis lebih dari 30 album. 
 
Rekaman album pertamanya dirilis pada tahun 1960 dan berhasil sukses melalui  album Joan Baez, Joan Baez Vol 2 dan Joan Baez Concert yang berhasil meraih emas di Billboard.

Dia juga sudah berhasil menjadi seorang musisi terdepan dari The American Roots Revival di pertengahan tahun 1960. Hal ini, karena dia telah berhasil menciptakan gayanya sendiri dengan cara memperkenalkan Bob Dylan kepada penontonnya tanpa diketahui oleh Bob Dylan. 

Sehingga gayanya ini banyak di contoh oleh penyanyi penyanyi lainnya seperti Judy Collins, Emmylou Harris, Joni Mitchell dan Bonnie Raitt. 


Gaya vokal Joan Beaz serta kegiatannya sebagai seorang aktivis inilah yang mampu membuat karir musiknya berhasil mencuat dan dia jugalah yang telah menjadi seorang penyanyi yang pertama kali menggunakan ketenarannya untuk mendukung aktivitas sosialnya pada waktu itu. 

Selain itu, dia juga merupakan seorang penyanyi dunia pertama yang telah tampil di Sarajevo sejak terjadinya perang sipil di negara tersebut.

Sekilas tentang Joan Baez

Joan Baez mempunyai nama lahir Joan Chandos Baez tetapi lebih dikenal dengan nama Joan Baez, dia lahir pada tanggal 9 Januari 1941 di Staten Island, New York, Amerika Serikat. 
 
Ibunya berasal dari Scotlandia sedangkan ayahnya berasal dari Meksiko, kedua orang tuanya merupakan seorang tokoh aktivis sosial.

Suaminya bernama David Harris (m 1968 – 1973) dan mereka dikaruniai seorang anak bernama Gabriel Harris. Joan Baez memulai karir musiknya sejak tahun 1960 dengan mengawali aksi solonya di Newport Folk Festival.
 
Joan Baez album yang pertama kali dirilis serta konser Joan Baez pertama kalinya dilaksanakan di New York dengan genre musik folk dan folk rock.

Dia telah memperjuangkan banyak masalah dunia, diantaranya :

- Protes anti perang, protes terhadap pemukulan anak anak kulit hitam disekolah
- Menentang kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang mengintervensi dalam pemerintahan Vietnam

Joan Baez pertama kali mengenal musik dengan belajar dari seorang teman ayahnya yang telah memberinya sebuah alat musik okulele.
 
Untuk selanjutnya, Joan Baez mulai belajar 4 akord untuk mulai bermain Rhythm and blues. Selain itu, juga momen ketika dia diajak oleh pacar dari bibinya untuk menonton konser dengan musisi folk Pete. 
 
Momen inilah, yang mampu menjadikan Joan Baez mulai tergerak hatinya untuk tertarik dengan dunia musik.

Album Joan Baez yang pertama dirilis pada tahun 1960 berjudul Joan Baez, album ini berisi lagu El Preso Numero Nueve dan Gracias a La Vida yaitu lagu dengan berbahasa Spanyol.

Albumnya yang kedua dirilis setahun kemudian tepatnya tahun 1961, dengan album berjudul Joan Baez Vol 2, album ini berhasil meraih emas.

Tahun 1962 disusul dengan Joan Baez In Concert Bagian Pertama dan tahun 1963 berjudul Joan Baez In Concert Bagian Kedua.

Beberapa lagu Joan Baez juga telah berhasil mencuat melalui album cover dari Phil Ochs dengan lagu berjudul There but for Fortune. Lagu ini berhasil menduduki posisi Top Ten Hit di Amerika Serikat dan di dalam album ini juga diberi tambahan beberapa lagu dari Bob Dylan.

Joan Baez akhirnya mencoba bereksperimen dengan musik klasik komposer, melalui albumnya yang dirilis tahun 1966, 1967 dan 1968 dengan judul Noel, Joan dan Baptism : A Journey Through Our Time, dimana album Noel merupakan sebuah album Natal. 

Untuk album Baptism menampilkan Joan Baez yang bernyanyi sambil membacakan puisi milik penyair terkenal seperti James Joyce, Federico Garcia Lorca dan Walt Whitman. Dia juga bekerjasama dengan komposer top seperti John Lennon, Paul McCartney, Tim Hardin dan Donovan.

Dalam perjalanannya dari Nashville ke Tennessee pada tahun 1968, dia berhasil merilis 2 album sekaligus yaitu album Any Day Now dan musik country berupa album David.

Dia sudah mulai menulis lagu-lagunya sendiri sejak akhir tahun 1960, lagu-lagu ciptaannya tersebut diantaranya adalah lagu Joan Baez yang berjudul Sweet Sir Galahad dan A Song For David.

Tahun 1971, dia berhasil sukses meraih emas melalui album Blessed Are dan berhasil masuk Top Ten hit melalui lagu berjudul The Night.
 
Pada tahun ini juga Joan Baez menciptakan lagu berjudul The Story Of Bangladesh yang dirilis tahun 1972 dengan merubah judul lagu menjadi The Song Of Bangladesh.

Melalui kerjasamanya dengan seorang komposer bernama Peter Schickele, maka 2 lagu Joan Baez yang berjudul Rejoice in the Sun and Silent Running telah digunakan untuk sountrack the Science Fiction pada film Silent Running.

Ada juga lagu Joan Baez yang berisi komposisi yang lebih pribadi dengan judul lagu Love Song to a Stranger and Myths, dia bekerjasama dengan penyanyi seperti Mimi Farina, John Lennon dan Anna Marly. 


Dia berhasil mendapatkan Grammy Lifetime Achievement Award pada tahun 2007, setelah Joan Baez muncul untuk memperkenalkan hasil pekerjaan Dixie Chicks.

Penghargaan yang lain diberikan oleh Amnesty International di acara HUT ke 50 atas kinerjanya dalam membela hak asasi manusia pada tahun 2011.

Demikian sekilas tentang karir musik Joan Baez dan keterlibatannya sebagai aktivis pejuang hak sipil yang telah dilakoninya sejak tahun 1960.

Mengenang perjalanan karir Joan Boaz

Penyanyi, penulis lagu, musisi dan aktivis asal Amerika ini terlahir dengan nama Joan Chandos Baez dan lahir tanggal 9 Januari 1941, pulau Staten, New York City, New York, Amerika.

Lagu lagu karya Joan Baez, lirik lagunya kebanyakan tentang protes serta keadilan sosial. Selama karir musiknya yang sudah lebih dari setengah abad, dia telah merilis lebih dari 30 album. Selain itu, Joan Baez pandai berbahasa Spanyol dan Inggris dan telah merekam kira kira dalam 6 bahasa lain.

Joan Baez merupakan penyanyi folk bergenre folk rock, pop, country serta musik gospel, dimana musiknya sudah eksis sejak tahun 1960 an.

Kesuksesan awal Joan Baez juga dimulai sejak tahun 1960 an setelah 3 album pertamanya yang berjudul Joan Baez, Joan Baez Vo. 2 dan Joan Baez in Concert berhasil meraih rekor emas.

Lagu lagu Joan Baez, lirik lagunya ditulis sendiri, namun dia juga memaknakan hasil ciptaan dari komposer lain.

Diantaranya lagu dari Allman Brothers Band, The Beatles, Jackson Browne, Leonard Cohen, Woody Guthrie, Violeta Parra, The Rolling Stones, Pete Seeger, Paul Simon, Stevie Wonder dan Bob Marley serta masih banyak lagi yang lainnya.

Joan Baez juga sebagai salah satu artis populer pertama yang merekam lagu lagu dari Bob Dylan pada awal tahun 1960 an. Selain itu, pada awalnya Joan Baez selalu melakukan aktivitas banyak hal secara internasional untuk memperkenalkan hasil penulisan lagunya.

Dalam album album Joan Baez selanjutnya, dia sukses dalam memaknakan ciptaan penulis lagu yang lebih baru diantaranya dari Ryan Adams, Josh Ritter, Steve Earle, Natalie Merchant dan Joe Henry.

Lagu lagu Joan Baez hits yang dikenal, diantaranya adalah :

- Diamons & Rust cover dari Phil Ochs

- There but for Fortune

- The Night They rove Old Dixie Down dari The Band

- Farewell, Angelina

- Love Is Just a Four-Lette World

- Forever Young

- Here’s to You

- Joe Hill

- Sweet Sir Galahad

- We Shall Overcome

Pada tahun 1969 di festival Woodstock, Joan Baez membawakan 14 lagunya. Dimana dia juga selalu mempunyai komitmen terhadap aktivisme politik dan sosial dalam hal non kekerasan, hak hak sipil, hak asasi manusia dan lingkungan.

Atas kerja keras dan kiprah dibidang musik maka pada tanggal 7 April 2017, nama Joan Baez di masukkan kedalam Rock and Roll Hall of Fame.

Masa muda Joan Baez

Kakek Joan Baez adalah seorang pendeta yang bernama Alberto Baez. Ayah Joan Baez bernama Albert Baez asal Meksiko yang dibesarkan di Brooklyn, kemudian pindah ke AS  yaitu di Brooklyn dan mengabarkan serta mengadvokati jemaat yang berbahasa Spanyol.

Ibu Joan Baez bernama Joan Chandos Baez  asal Skotlandia merupakan keturunan dari Adipati Chandos. Joan Baez mempunyai saudara perempuan bernama Pauline Thalia Baez Bryan dan Margarita Mimi Baez Fariña.

Kedua saudara perempuan Joan Baez juga sebagai aktivis politik dan musisi, Pauline menikah dengan seorang artis Amerika dan dengan pelukis Brice Marden.

Akibat mengalami sasaran dari penghinaan rasial dan diskriminasi pada saat berada di Meksiko, maka Joan Baez akhirnya banyak terlibat dalam berbagai macam penyebab masalah sosial pada masa awal karirnya.

Joan Baez banyak menolak tampil di tempat siswa kulit putih di manapun sehingga dalam melakukan tur Joan Baez ke bagian negara Selatan, Joan Baez hanya tampil di perguruan tinggi kulit hitam.

Joan Baez dan keluarganya sering tinggal berpindah pindah di seluruh kota di AS serta ke Inggris, Prancis, Swiss, Spanyol, Kanada, Timur Tengah termasuk di Irak karena ayah Joan Baez bekerja dengan UNESCO.

Joan Baez lulus tahun 1958 dari SMA Palo Alto dan semasa mudanya dihabiskan berada di daerah Telun San Francisco. Bakat Joan Baez pada musik sudah terlihat sejak anak anak, sehingga seorang teman ayahnya membelikan alat musik ukulele untuknya.

Joan Baez mempelajari 4 akord sehingga dia bisa memainkan ukulelenya untuk musik ritme dan blues. Namun orang tua Joan Baez khawatir jika Joan Baez terjun ke musik karena takut terbawa kedalam kehidupan yang tidak benar, diantaranya takut terjerumus kedalam kecanduan narkoba.

Ketika usia 13 tahun, Joan Baez tergerak hatinya untuk berkiprah ke bidang musik setelah dia menonton konser musisi Folk Pete Seegar ketika diajak oleh bibinya. Sejak saat itulah, Joan Baez mulai berlatih lagu lagu reteptoar untuk tampil di publik.

Salah satu penampilan Joan Baez pertama kalinya adalah tampil di retret di Saratoga, California untuk kelompok pemuda dari Temple Beth Jacob yaitu suatu jemaah di Redwood City, California. Untuk menunjang karir musiknya, akhirnya joan Baez membeli gitar akustik Gibson pada tahun 1957.

Joan Baez mulai tampil di dekat rumahnya di Boston dan Cambridge serta tampil di klub klub ketika kuliah di Universitas Boston. Dia tampil di Klub 47 di Cambridge dan mendesain poster pada konser pertamanya dengan mengubah nama pertunjukan menjadi Rachel Sandperl.

Nama itu adalah nama mentor lamanya Ira Sandperl, sehingga Joan Baez takut dituduh merubah nama belakang tersebut karena itu adalah bahasa Spanyol. Serta merubah Maria dari lagu They Call the Wind Maria.

Bayaran pertama Joan Baez pada saat itu adalah $ 10 dengan jumlah penonton 8 orang yang terdiri dari orang tua, saudara perempuannya, pacarnya dan beberapa orang lagi adalah temannya.

Joan Baez diminta tampil lagi untuk yang kedua kalinya, tetapi kali ini tampil bayarannya naik menjadi $ 25 untuk setiap kali tampil. Setelah itu, Joan Baez dan 2 temannya penggemar folk merencanakan membuat album yang bertempat di ruang bawah tanah rumah temannya.

Joan Baez dan kedua temannya menyanyikan lagu dengan solo dan juga berduet, sementara sampul album didesain oleh teman dari keluarga. Kemudian album tersebut dirilis di Veritas record dengan Folksingers ‘Round Harvard Square.

Akhirnya Joan Baez bertemu dengan vokalis yang paling bagus dalam menyanyikan musik folk dan gospel pada saat itu yaitu Bob Gibson dan Odetta. Sehingga Odetta dan Marian Anderson mempunyai pengaruh yang besar bagi Joan Baez.

Joan Baez pernah diundang oleh Bob Gibson untuk tampil berduet dengan lagu Virgin Mary Had One Son dan We Are Crossing Jordan River di Festival Rakyat Newport 1959.

Penampilan Joan Baez itu mendapatkan pujian karena mempunyai suara yang berbeda sehingga dia mendapatkan tanda tangan kontrak dengan Vanguard Records.

Pada saat itu, Joan Baez mendapat julukan Madonna karena suaranya yang bening, rambut panjang serta mempunyai kecantikan yang alami serta dia mempunyai peran sebagai Ibu Bumi.

Karir profesionalnya diawali pada tahun 1959 pada saat tampil di Festival Rakyat Newport 1959 dan merekam album pertamanya berjudul Joan Baez untuk Vanguard pada tahun 1960.

Koleksi lagu Joan Baez yang diiringi permainan gitar Joan Baez sendiri berupa lagu ballads, blues dan ratapan meraih penjualan yang cukup bagus. 

Termasuk juga lagu El Preso Numero Nueve yang dimasukkan kedalam album ini yaitu sebuah lagu dalam bahasa Spanyol yang akan direkam ulang tahun 1974 dengan album Gracias a La Vida berbahasa Spanyol.

Konser debut Joan Baez adalah sewaktu mengadakan konser di New York di 92nd Street Y pada tahun 1960 dan ini merupakan koser besar Joan Baez di balai kota pertama kalinya, yang ticketnya bisa terjual habis.

Kritikus folk yang bernama Robert Shelton memuji konser tersebut karena suara sopran Joan Baez sangat luar biasa, berkilau seperti emas tua yang mengalir murni sepanjang malam dan begitu menakjubkan.

Album kedua Joan Baez berjudul Joan Baez, Vol. 2 dirilis tahun 1961 menjadi album Gold dan diadakan konser oleh Joan Baez untuk mendukung album ini, seperti yang sudah dilakukannya pada album pertamanya.

Album kedua ini merupakan album yang unik karena berisi lagu lagu baru yang bukan lagu favorit dari Joan Baez dan pada bagian ke 2 terdapat cover Dylan Baez.

Pada tahun 1960 an tersebut Joan Baez sebagai pemimpin dari kebangkitan akar Amerika yang memperkenalkan Bob Dylan kepada penontonnya, sehingga aksi ini banyak di contoh oleh artis lainnya yaitu Judy Collins, Emmylou Harris, Joni Mitchell serta Bonnie Raitt.

Meskipun Joan Baez merupakan artis album, namun salah satu singlenya yang berjudul There but for Fortune berhasil masuk peringkat pertama di chart melalui cover dari Phil Ochs tahun 1965. Selain itu lagu ini menjadi lagu Joan Baez hits di AS dan masuk 10 besar di AS.

Dalam lagu Farewell, Angelina, Joan Baez menambah instrumen lain kedalam lagu tersebut dan menampilkan beberapa lagu dari Dylan yang diselingi dengan lagu lagu yang lebih tradisional.

Joan Baez lebih memilih untuk bereksperimen ke musik yang mempunyai gaya berbeda dengan yang lain sehingga dia beralih ke komposer musik klasik yang bernama Peter Schickele.

Peter Schickele inilah yang menyediakan orkestra klasik untuk 3 abum Joan Baez yang berjudul Noël (dirilis tahun 1966), Joan (dirilis tahun 1967) dan A Journey Through Our Time (dirilis tahun 1968).

Album Noël ini merupakan album Natal tetapi dengan materi tradisional dan album Baptism merupakan album konsep yang menampilkan Joan Baez sedang membaca dan menyanyikan puisi yang ditulis oleh penyair populer seperti James Joyce, Federico Garcia Lorca serta Walt Whitman.

Selain itu, Joan Baez juga menampilkan komposer komposer seperti John Lennon & Paul McCartney, Tim Hardin, Paul Simon dan Donovan .

Pada saat perjalanannya ke Nashville, Tennessee pada tahun 1968, Joan Baez meliris 2 album yaitu Any Day Now (dirilis tahun 1968) dan David’s (dirilis tahun 1969).

Album lainnya yang berjudul David’s Album (dirilis tahun 1969) dan album ini direkam untuk suami Joan Baez yaitu David Harris. David Hariis merupakan seorang pengunjuk rasa anti perang Vietnam yang terkenal dan sempat dipenjara karena perlawanan wajib militer.

Joan Baez terpengaruh oleh suaminya yang menggemari musik country, sehingga Joan Baez mengawali membuat album country rock yang lebih kompleks pada album David tersebut.

Memoar pertama Joan Baez diwujudkan pada tahun 1968 dengan judul Daybreak oleh Dial Press. Pada tahun selanjutnya, Joan Baez tampil di Woodstock, di bagian Utara New York dengan menaikkan profil musik dan politik internasionalnya yaitu dengan merils film dokumenter Woodstock pada tahun 1970.

Selama karirnya yang dimulai tahun 1960, Joan Baez telah menulis banyak lagu diantaranya lagu Sweet Sir Galahad dan A Song For David. Kedua lagu ini masuk kedalam album Joan Baez yang berjudul One Day at a Time (I Live) tahun 1970, dimana album ini juga menampilkan musik country yang jelas.

Lagu Sweet Sir Galahad menceritakan tentang pernikahan kedua saudara perempuan Mimi, sedangkan untuk lagu A Song For David merupakan penghargaan untuk Harris.

Gaya vokal dari Joan Beaz dan aktivis politiknya telah memberikan pengaruh signifikan terhadap musik populer Amerika. 

Joan Baez merupakan salah satu musisi pertama yang memanfaatkan popularitasnya sebagai kendaraan untuk protes sosial, bernyanyi serta untuk membela hak asasi manusia serta perdamaian.

Joan Baez menjadi seorang penyanyi rakyat atau penulis lagu yang interpretatif paling sukses pada tahun 1960 an. 

Dari 14 album melalui label Vanguard yang dihasilkannya terdapat 13 album yang berhasil masuk 100 besar tangga lagu utama Billboard, 11 album masuk 40 besar, 8 album masuk 20 besar dan 4 album masuk 10 besar.

Lagu The Night They Drove Old Dixie Down masuk top 10 hit melalui cover lagu khas The Band. Kemudian tahun 1972 berpindah ke A&M Records dan menghasilkan Come from the Shadows.

Tahun 1971, Joan Baez menulis The Story of Bangladesh, yang menggambarkan tindakan keras dari tentara Pakistan terhadap mahasiswa Bengali yang tidur dan tidak bersenjata di Universitas Dhaka pada tahun 1971 yang menyulut Perang Pembebasan Bangladesh.

Lagu ini berjudul The Song of Banglasedh yang dirilis pada album tahun 1972 melalui Chandos Music.

Joan Baez bekerja sama lagi dengan komposer Peter Schickele dan menghasilkan 2 lagu berjudul Rejoice in the Sun dan Silent Running. Kedua lagu ini sebagai single di Decca (32890) dipakai untuk film fiksi ilmiah silent Running.

LP lain dari Joan Baez dirilis di Decca (DL 7-9188), lalu diterbitkan lagi oleh Varèse Sarabande pada vinyl hitam (STV-81072) dan vinyl hijau (VC-81072).

Tahun 1998, album pertama Joan Baez dirilis dalam bentuk CD terbatas oleh Valley Forge Record Groupe dengan judul Come from the Shadows yang berisi lagu Love Song to a Stranger dan Myths dan lagu hasil karya dari Mimi Farina, John Lennon dan Anna Marly.

Lagu Where Are You Now, My Son? Yang dirilis tahun 1973 dengan durasi 23 menit dimasukan kedalam album tersebut untuk site B. Selain itu, kata puisi Joan Baez dimasukkan juga sewaktu kunjungan Baez ke Hanoi, Vietnam Utara pada tahun 1972.

Lagu Gracias a la Vida yang dirilis tahun 1974 merupakan lagu utama yang dinyanyikan oleh penyanyi folk Chili bernama Violeta Parra, lagu ini sukses di AS dan Amerika latin. Selain itu lagu Cucurrucucú paloma dengan musik pop untuk Diamonds and Rust Joan Baez pada tahun 1975.

Album Diamonds and Rust Joan Baez ini, mampu mencapai penjualan tertinggi selama masa karir Joan Baez di musik dan berada di peringkat 2 Top 10 dalam bentuk judul lagu.

Selanjutnya tahun 1976 dirilis album Gulf Winds dimana semua lagu lagunya dibuat sendiri oleh Joan Baez dan album From Every Stage merupakan album live yang berisi lagu lagu Baez selama masa karirnya.

Tahun 1977 dirilis Blowin Away dan tahun 1979 dirilis Honest Lullaby melalui CBS Records.

Joan Baez mendapatkan gelar Doctor of Humane Letters oleh Universitas Antiokhia dan Universitas Rytgers pada tahun 1980 atas aktivisme politiknya dan universalitas musiknya.

Joan Baez tampil di Grammy Awatrds dengan menyanyikan lagu Bob Dylan berjudul Blowin’in the Wind pada tahun 1983. Lagu ini merupakan lagu yang pernah dibawakan oleh Joan Baez pada 20 tahun yang lalu.

Joan Baez juga ikut berpartispasi dalam konser Live Aid pada tahun 1985 untuk membantu kelaparan Afrika. Hal ini, berhasil membuka peluang buat Joan Baez untuk mengadakan pertunjukan di Philadelphia, Pennsylvania, AS.

Tur tur untuk tujuan tujuan lainnya banyak dilakukan oleh Joan Baez, diantaranya untuk tujuan A Conspiracy of Hope tahun 1986, tur Amnesty International di Human Rights Now!

Tahun 1984 merilis Live Europe 83 tetapi tanpa menggunakan label Amerika, kemudian dirilis di Eropa, Kanada dan dirilis di AS tidak dirilis secara komersial.

Joan Baez tidak mempunyai album rilisan AS sampai tahun 1987, dirilis album Recently di Gold Castle Records.

Joan Beaz biografi kedua berjudul And a Voice to Sing With dirilis tahun 1987 dan buku ini diterbitkan menjadi New York Times dan menjadi buku paling laris pada saat itu.

Pada tahun ini juga, Joan Baez melakukan kunjungan ke Timur Tengah dan membawakan lagu lagu perdamaian untuk Israel dan Palestina.

Joan Baez tampil di festival musik yang dinamakan Bratislavská lýra pada tahun 1989 di Cekoslowakia dan Baez bertemu dengan calon presiden Cekoslowakia yang bernama Václav Havel.

Dalam penampilannya ini, Joan Baez menyapa angggota Chater 77 yaitu kelompok pembangkang hak asasi manusia, sehingga pengeras suaranya sempat dimatikan karena aksi Baez ini. Pada saat itu, Joan Baez menyanyikan a cappella.

Joan Baez merekam 2 album berjudul Speaking of Dreams pada tahun 1989 dan Brothers in Arms pada tahun 1991, dengan Gold Castle.

Akhirnya Joan Baez mendapatkan tanda tangan kontrak dari label besar Virgin Records dan berhasil merilis Play Me Backwards pada tahun 1992 melalui Virgin yang kemudian dibeli oleh EMI.

Tahun 1995 merilis album live Ring Them Bells dan album studio Gone from Danger pada tahun 1997 melalui Guardian.

Joan Baez menghadiri undangan dari Refugees International yang disponsori oleh Yayasan Soros. Kemudian wilayah former Yugoslavia ketempat perang Bosnia dan Herzegovina, sehingga Joan Baez merupakan artis pertama yang tampil di Sarajevo sejak terjadi perang saudara Yugoslavia.

Joan Baez juga menjadi artis besar pertama yang tampil pada presentasi konser profesional di Pulau Alcatraz di San Francisco, California. Acara ini untuk kepentingan organisasi saudara perempuan Baez yang bernama Mimi’s Bread and Roses.

Tahun 2003, dirilis album Dark Chords on a Big Guitar, album ini menampilkan lagu lagu dari komposer yang lebih muda dari Baez. Dilanjutkan pada tahun 2005, merilis Bowery Songs.

Joan Baez tampil pada pemakaman Lou Rawls dan tampil menyanyikan lagu Amazing Grace bersama dengan penyanyi lainnya Jesse Jackson, Sr. Wonder dan Baez sebagai pemimpinnya.

Album live Joan Baez Ring Them Bells kembali dirilis pada tahun 2007, Joan Beaz berduet dengan artis arti lain diantaranya dengan Dar Williams, Mimi Farina, Indigo Girls dan Mary Chapin Carpenter.

Album ini berisi lagu sesi rekaman asli Baez seperti Love Song to a Stranger, You Ain’t Goin’ Nowhere, Gerdie, Gracias a la Vida, The Water Is Wide dan Stones in the Road, dimana total semuanya ada 21 lagu.

Duet Joan Baez dengan John Mellencamp melalui Jim Crow direkam dan menghasilkan album Freedom’s Road tahun 2007. Pada tahun ini juga, Joan Baez mendapatkan Grammy Lifetime Achievement Award.

Tahun 2008, Joan Baez merilis album studio Day After Tomorrow yang berisi 3 lagu Baez. Album ini mendapatkan rekor charting pertama bagi Baez setelah hampir 3 dekade dalam karirnya.

Pada tahun yang sama, Joan Baez tampil di panggung akustik di Festival Glastonbury di Glantonbury, Inggris dan penampilannya ini dihadiri oleh penonton yang berjubel.

Pada tahun 2009, Joan Baez tampil di Festival Rakyat Newport ke 50 dan ini juga menandai 50 tahun penampilan terobosannya di festival pertamanya.

PBS pada bulan Oktober 2009 menyiarkan satu episode dari serial dokumenter American Masters berjudul Joan Baez: How Sweet the Sound yang disutradarai dan diproduksi oleh Mary Wharton.

Pada tahun 2017, pada halaman Facebook Joan Baez dirilis lagu pertamanya yang berjudul Nasty Man, lagu ini sudah 27 tahun sejak dirilis pertama. Lagu ini berisi protes terhadap presiden AS Donald Trump, sehingga menjadi hit dan viral.

Joan Baez dimasukkan ke dalam Rock and Roll Hall of Fame pada tanggal 7 April 2017. Setahun kemudian, dia merilis album studio berjudul Whistle Down the Wind. Album ini berhasil memetakan di beberapa negara dan masuk nominasi Grammy.

Untuk mempromosikan album ini, Joan Baez mengadakan tur Fare Thee Well Tour. The New York Time Magazine pada bulan Juni 2009, telah mendaftarkan Joan Baez dari ratusan artis yang materinya di laporkan hancur karena kebakaran Universal 2008.

Tur terakhir Joan Baez pada bulan Juli 2019 di Teatro Real Madrid. Pada tahun 2021, telah dikhabarkan bahwa Joan Baez akan mendapatkan Penghargaan Kennedy Center 2020 di sebuah upacara yang telah ditunda karena masih pandemi COVID-19.

Penghargaan Joan Baez :

Mendapatkan penghargaan oleh Amnesty Internasional pada tanggal 18 Maret 2011, atas layanan inspirasi luar biasa dalam perjuangan global untuk hak asasi manusia dengan Amnesty International.

Mendapatkan American Academy of Arts and Sciences yang bergabung tahun 2020

Bob Dylan dengan Joan Baez

Joan Baez bertemu dengan Bob Dylan pertama kali di Gerde’s Folk City di Greenwich Village pada bulan April 1961. Ketika Joan Baez merilis album debut dan berhasil populer albumnya, dimana karir Baez sedang naik daun.

Pada awalnya, Joan Baez tidak tertarik dengan Bob Dylan, tetapi Baez terpukau dengan salah satu komposisi lagu pertama Dylan berjudul Song to Woody.

Tahun 1963, Joan Baez merilis 3 album dimana 2 albumnya mendapat sertifikasi emas. Sehingga Baez mengajak Dylan untuk tampil bersama di Festival Rakyat Newport dengan membawakan komposisi Dylan yang berjudul With God on Our Side.

Untuk penampilan selanjutnya Joan Baez lebih banyak berduet dengan Bob Dylan sehingga hal ini membuat penggemar Joan Baez agak kecewa.

Sebelum bertemu dengan Dylan, lagu lagu topikal Baez tidak banyak diantaranya lagu berjudul Lat Night I Had the Strangest Dream, We Shall Overcome serta berbagai macam lagu spiritual negro.

Lagu lagu Dylan telah memperbaharui topik lagu protes dan keadilan. Namun sewaktu tur Joan Baez ke Inggris tahun 1965, hubungan Bob Dylan dengan Joan Baez agak renggang. Hubungan pasangan Joan Baez dengan Bob Dylan di rekam dalam film dokumenter DA Pennebaker Dont Look Back tahun 1967.

Baez dan Dylan tampil di Rolling Thunder Revuenya pada tahun 1975 – 1976 dan membawakan 4 lagu berduet dengan Dylan pada labum live turnya The Bootleg Series Vol.5 : Bob Dylan Live 1975, The Rolling Thunder Revue yang dirilis tahun 2002.

Joan Baez juga memerankan sebagai The Woman in White dalam film Renaldo and Clara tahun 1978 yang disutradarai Bob Dylan.

Joan Baez memaparkan hubungannya dengan Bob Dylan dalam sebuah film dokumenter Martin Scorsese No Direction Home tahun 2005 dan dalam biografi PBS American Masters tentang Baez berjudul How Sweet the Sound tahun 2009.

Selain itu, Baez juga menulis 3 lagu khusus mengenai Dylan dalam To Bobby tahun 1972 yang meminta Dylan untuk kembali ke politik. Album Diamons and Rust Joan Baez berjudul Winds of the Old Days merupakan kenangan pahitnya dengan Bobby.

Referensi Baez tentang lagu lagu Dylan bahwa lebih tidaak jelas karena Baez menjadi subjek dari lagu Visions of Johanna dan Mama, You Been on My Mind.

Lagu Like A Rolling Stone, Visions of Johanna, She Belongs to Me dan lagu lagu lainnya yang ditulis oleh Baez memiliki subjek seperti Clinton Heylin dan Michael Gray.

Discography album album Joan Baez

- Folksingers ‘Round Harvard Square (tahun 1959)

- Joan Baez (tahun 1960)

- Joan Baez, Vol. 2 (tahun 1961)

- Joan Baez in Concert (tahun 1962)

- Joan Baez in Concert, Part 2 (tahun 1963)

- Joan Baez/5 (tahun 1964)

- Farewell, Angelina (tahun 1965)

Noël (tahun 1966)

- Joan (tahun 1967)

- Baptism: A Journey Through Our Time (tahun 1968)

- Any Day Now (tahun 1968)

- David’s Album (tahun 1969)

- One Day at a Time (tahun 1970)

- Sacco & Vanzetti (tahun 1971)

- Carry It On (tahun 1971)

- Blessed Are ... (tahun 1971)

- Come from the Shadows (tahun 1972)

- Where Are You Now, My Son? (tahun 1973)

- Gracias a la Vida (tahun 1974)

- Diamonds & Rust (tahun 1975)

- Gulf Winds (tahun 1976)

- Blowin’ Away (tahun 1977)

- Honest Lullaby (tahun 1979)

- Recently (tahun 1987)

- Diamonds & Rust in the Bullring (tahun 1988)

- Speaking of Dreams (tahun 1989)

- Play Me Backwards (tahun 1992)

- Gone from Danger (tahun 1977)

- Dark Chords ona Big Guitar (tahun 2003)

- Day After Tomorrow (tahun 2008)

- Whistle Down the Wind (tahun 2018)

Terima kasih sudah berkunjung di blog ini yang berisi artkel tentang Album Joan Baez, Diamonds & Rust rilis tahun 1975, semoga bermanfaat dan dapat menambah perbendaharaan musik kita. Yuk!! bagikan informasi musik ini kepada teman-teman pecinta musik lainnya.

(sumber : wikipedia)

0 komentar